Anggota Dewan Boleh Akses Porno, Asalkan...
New South Wales - Para anggota dewan di negara bagian New South Wales, Australia, kini boleh mengakses pornografi di internet. Hanya saja ada syarat khusus, yakni jika memang akses porno itu diperlukan untuk riset tertentu.
Kebijakan baru ini muncul diduga karena bocornya sebuah audit mengenai penggunaan internet oleh para anggota parlemen setempat. Terungkap bahwa cukup banyak anggota parlemen ini mengakses pornografi dengan komputer di tempat kerja. Masyarakat pun jadi mempertanyakan kinerja para wakilnya.
Audit tersebut memang telah membawa 'korban'. Seperti diberitakan sebelumnya, seorang anggota parlemen yang juga menjabat menteri di New South Wales lengser karena kedapatan mengakses situs yang tidak pantas.
Presiden Majelis Rendah New South Wales, Amanda Fazio, sampai harus melakukan review khusus tentang penggunaan internet di kalangan anggota parlemen. Sebagai hasilnya, dikeluarkan kebijakan baru yang memungkinkan akses situs dewasa jika memang ada kebutuhan melakukan penelitian.
Fazio menyatakan, memo khusus bakal dikirim pada para anggota parlemen yang berisi pengumuman kebijakan baru tentang akses situs porno. Diharapkan mereka akan mematuhinya sehingga tak sembarangan lagi mengutak-atik internet. Demikian seperti dilansir OneIndia dan dikutip detikINET, Selasa (7/9/2010).
Kebijakan baru ini muncul diduga karena bocornya sebuah audit mengenai penggunaan internet oleh para anggota parlemen setempat. Terungkap bahwa cukup banyak anggota parlemen ini mengakses pornografi dengan komputer di tempat kerja. Masyarakat pun jadi mempertanyakan kinerja para wakilnya.
Audit tersebut memang telah membawa 'korban'. Seperti diberitakan sebelumnya, seorang anggota parlemen yang juga menjabat menteri di New South Wales lengser karena kedapatan mengakses situs yang tidak pantas.
Presiden Majelis Rendah New South Wales, Amanda Fazio, sampai harus melakukan review khusus tentang penggunaan internet di kalangan anggota parlemen. Sebagai hasilnya, dikeluarkan kebijakan baru yang memungkinkan akses situs dewasa jika memang ada kebutuhan melakukan penelitian.
Fazio menyatakan, memo khusus bakal dikirim pada para anggota parlemen yang berisi pengumuman kebijakan baru tentang akses situs porno. Diharapkan mereka akan mematuhinya sehingga tak sembarangan lagi mengutak-atik internet. Demikian seperti dilansir OneIndia dan dikutip detikINET, Selasa (7/9/2010).
Comments
Post a Comment